Pulangnya Si Babi Hutan
|
SINOPSIS
“Sejatinya,dalam
hidup ini,kita tidak pernah berusaha mengalahkan orang lain,dan itu sama sekali
tidak perlu. Kita cukup mengalahkan diri sendiri. Egioisme. Ketidak
pedulian. Ambisi. Rasa takut.
Pertanyaan. Keraguan. Sekali kau bisa menang dalam pertempuran itu,maka
pertempuran lainnya akan mudah saja. “
Paragraf
yang membuat saya terhenyak,sadar. Selama hidup yang telah dijalani saya dan mungkin kita lebih sering
untuk berusaha mengalahkan orang lain,ingin diatas orang lain,ingin lebih dari
orang lain.Namun sedikit rangkaian kata yang dijalin indah oleh tere liye dalam
novel terbarunya, Pulang. Pulang merupakan kata yang akan memaksa kita
membayangkan rumah,tempat ternyaman yang dimiliki seseorang. Namun,tere liye memandang
pulang dengan cara yang berbeda dari kata pulang. Tere liye mengenalkan kita
arti lain dari pulang.
Tokoh
aku yang merupakan seorang anak rimba sumatera yang pendiam,namun mewarisi darah seorang
penjagal. Ya, penjagal atau kasarnya seorang tukang pukul. Ayah dan kakeknya
merupakan seorang tukang pukul ternama. Seolah menjadi takdirnya ,iapun juga
menjadi “si babi hutan”. Nama yang ketika dibisikan di telinga orang-orang maka
semua orang akan gemetar. Ketika si ”babi hutan” bicara,bahkan seorang presiden
pun akan terdiam mendengarkan.
Ia
dipanggil oleh orang tuanya dengan panggilan bujang. Di usia nya yang kelima
belas,seorang teman ayahnya membawanya ke kota. Sejak saat itu petualanganya
menjadi “si babi hutan” dimulai. Terlahir sebagai pemuda yang tampan,cerdas dan
kuat membuatnya maju menjadi garda terdepan dalam organisasi pasar hitam
terbesar di negeri ini.
Pisau,darah,tembak-menembak
menjadi kerikil-kerikil tajam dalam perjalanan pulangnya. Hal yang menarik
ialah meski masuk dalam lingkaran hitam yang menghalalkan pertumpahan darah
namun satu yang ia jaga,tidak meminum minuman keras. Agak aneh memang,namun ia
punya alasan kuat untuk tidak melakukannya. Alasan apa yang dimiliki seorang
pembunuh sehingga enggan meminum minuman keras? akan banyak petikan-petikan kalimat serta cerita-cerita hebat yang
membuat kita merenung,tersadar dan mengangguk mengiyakan jalinan pesan moral
yang disuguhkan oleh Tere Liye. Bagaimana “Si Babi Hutan” menemukan jalan
pulangnya??pulang seperti apa yang ia tuju??Temukan jawabannya di Novel terbaru
karya Tere Liye ini!!