Kamis, 17 Desember 2015

Pulangnya Si Babi Hutan



Pulangnya Si Babi Hutan


Pengarang :TERE LIYE
ISBN :978-602-082-212-9
Terbit :Jakarta, 2015 
Halaman :iv+ 400 Halaman
Harga :Rp. 65000,-
Berat :300 gram
Dimensi :13.5 X 20.5 Cm
Cover :Soft Cover

 

SINOPSIS
“Sejatinya,dalam hidup ini,kita tidak pernah berusaha mengalahkan orang lain,dan itu sama sekali tidak perlu. Kita cukup mengalahkan diri sendiri. Egioisme. Ketidak pedulian.  Ambisi. Rasa takut. Pertanyaan. Keraguan. Sekali kau bisa menang dalam pertempuran itu,maka pertempuran lainnya akan mudah saja. “
Paragraf yang membuat saya terhenyak,sadar. Selama hidup yang telah  dijalani saya dan mungkin kita lebih sering untuk berusaha mengalahkan orang lain,ingin diatas orang lain,ingin lebih dari orang lain.Namun sedikit rangkaian kata yang dijalin indah oleh tere liye dalam novel terbarunya, Pulang. Pulang merupakan kata yang akan memaksa kita membayangkan rumah,tempat ternyaman yang dimiliki seseorang. Namun,tere liye memandang pulang dengan cara yang berbeda dari kata pulang. Tere liye mengenalkan kita arti lain dari pulang.

Tokoh aku yang merupakan seorang anak rimba sumatera yang pendiam,namun mewarisi  darah  seorang penjagal. Ya, penjagal atau kasarnya seorang tukang pukul. Ayah dan kakeknya merupakan seorang tukang pukul ternama. Seolah menjadi takdirnya ,iapun juga menjadi “si babi hutan”. Nama yang ketika dibisikan di telinga orang-orang maka semua orang akan gemetar. Ketika si ”babi hutan” bicara,bahkan seorang presiden pun akan terdiam mendengarkan.

Ia dipanggil oleh orang tuanya dengan panggilan bujang. Di usia nya yang kelima belas,seorang teman ayahnya membawanya ke kota. Sejak saat itu petualanganya menjadi “si babi hutan” dimulai. Terlahir sebagai pemuda yang tampan,cerdas dan kuat membuatnya maju menjadi garda terdepan dalam organisasi pasar hitam terbesar di negeri ini.

Pisau,darah,tembak-menembak menjadi kerikil-kerikil tajam dalam perjalanan pulangnya. Hal yang menarik ialah meski masuk dalam lingkaran hitam yang menghalalkan pertumpahan darah namun satu yang ia jaga,tidak meminum minuman keras. Agak aneh memang,namun ia punya alasan kuat untuk tidak melakukannya. Alasan apa yang dimiliki seorang pembunuh sehingga enggan meminum minuman keras? akan banyak petikan-petikan kalimat serta cerita-cerita hebat yang membuat kita merenung,tersadar dan mengangguk mengiyakan jalinan pesan moral yang disuguhkan oleh Tere Liye. Bagaimana “Si Babi Hutan” menemukan jalan pulangnya??pulang seperti apa yang ia tuju??Temukan jawabannya di Novel terbaru karya Tere Liye ini!!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar